Rutinitas pagi seakan menjemukan, dan memaksa untuk mencari sedikit hiburan di youtube. Setelah streaming beberapa cuplikan, ada satu cuplikan yg akhirnya buat gw bengong menghela nafas beberapa detik, ada seekor lalat yang diisolasi sendirian, akhirnya dia mati lebih cepat dari pada lalat lain yang saling berinteraksi, diluar dari kata TAKDIR ini menunjukkan bahwa kebutuhan sosial adalah hal yang sangat naluriah bagi mahluk hidup.
Banyak orang menyepelekan perasaan kesepian. Mereka anggap ini sebuah hal yang normal dan mencoba menutupinya dengan bekerja lebih keras, hang out bersama teman, atau bahkan menjalin hubungan cinta dengan seseorang. Tapi kesepian bukanlah soal ada yang menemani atau tidak, seseorang bisa saja merasakan kesepian meskipun dikelilingi keluaga, sahabat, bahkan pasangan…’
Menurut pendapat beberapa teman yang gw tanya, mereka mendefinisikan kesepian sebagai perasaan terisiolasi, merasa terasing, merasa bahwa hubungan kita dengan orang lain tidak memenuhi kebutuhan secara emosional, merasa seolah-oleh tidak ada yang mengerti diri kita. Meskipun kita tertawa bersama teman-teman, tapi kita ga ngerasain emotional connection dengan mereka. Disconnected. Detached. Alone. Lonely.
Ketika kita demam, itu adalah alarm dari tubuh untuk memberitahu kita bahwa sedang ada masalah dengan tubuh kita, saatnya untuk beristirahat dan minum obat. Bila kita abaikan alarm tersebut, maka akibanya bisa fatal….
Begitu pula dengan rasa kesepian, itu adalah alarm dari otak untuk memberitahu kita bahwa ada sebuah masalah yang bisa menjadi parah bila tidak diatasi. Ada kebutuhan yang tidak terpenuhi. Kebutuhan social, kebutuhan kita untuk memiliki hubungan emosional dengan orang lain…’
Ada suatu korelasi antara kesepian dengan kesehatan tubuh. orang yang kesepian akan mengalami depresi, penurunan kekebalan tubuh, peningkatan tekanan darah dan penebalan pembuluh darah, yang bisa berlanjut menjadi sakit jantung…..’
Setelah gw perhatiin, ternyata rasa kesepian bisa menular ke pada orang lain. Ketika seseorang merasa kesepian, kemungkinan dia akan berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang negatif dan kurang menyenangkan, lalu orang tersebut akan merasa negatif dan memperlakukan orang lain secara negatif juga. Perasaan negatif itu lalu menyebar…’
Itu sebabnya bila kita merasa kesepian, justru itu bukanlah alasan yang tepat untuk menjalin hubungan cinta dengan seseorang. Bila kita masih merasa kesepian, jangan berpikir untuk berpacaran, apalagi menikah, karena itu akan berakibat buruk pada hubungan dan pasangan kita yg bakal jadi korbannya….
Relationship itu tempat berbagi kebahagiaan, bukan tempat meminta kebahagiaan. Bila kita masih merasa kesepian dan belum bahagia, maka kita akan memiliki defisit kebahagiaan, segala emosi positif yang dimiliki pasangan kita akan terhisap dan membuatnya jadi negatif juga.
Manusia tidak perlu memiliki banyak teman, cukup dua atau tiga orang sahabat dekat yang memiliki hubungan emosional dengan kita udah bisa bikin kita bahagia dan ga lagi ngerasa kesepian…’
Buka hati dan mulai belajar untuk percaya pada orang lain. Karena kita mesti percaya sama semua orang, hanya saja kita tidak begitu percaya terhadap “iblis” dalam hati mereka. Tinggalkan semua luka dan perasaan takut disakiti, yang membuat kita memasang tembok tebal dibalik senyuman dan tawa. Tinggalkan rasa kesepian di hati berbahagialah.
__qN__